Warung Internet

Selasa, 29 November 2011

ABG Sexy Narsis Dengan Kameranya Sendiri







Jumat, 25 November 2011

Mayoritas Anak Muda Belanja Demi Gengsi



Anak muda zaman sekarang dinilai boros dan tidak pandai mengelola keuangannya. Mereka membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan demi meningkatkan derajat dan gengsi saja.

Beberapa orang yang tidak mampu, bahkan berpura-pura bersikap boros karena itu akan meningkatkan posisinya di masyarakat. Bahkan, bisa juga memberikan rasa percaya diri dengan produk non original ini.

Sebagai contoh, bagaimana caranya anda membeli tas bermerek kelas dunia tapi pakai dana yang minim? Sebuah tas imitasi, bon pembelian hasil modifikasi dan plastik pembungkus palsu bisa mewujudkan impian anda.

Zaman sekarang, sebagian orang yang tidak mampu membeli produk-produk original berusaha untuk tampil gaya dengan produk palsu hanya untuk mengangkat derajat mereka. Bahkan, untuk lebih meyakinkan, biasanya mereka mencari sertifikat otentik sebuah produk, bon pembelian atau buku manual yang banyak dijual secara online.

Barang-barang yang dibeli biasa tidak benar-benar dibutuhkan. Tujuan dibelinya barang tersebut juga hanya untuk gaya-gayaan dan mengangkat derajat dan gengsi si pemiliknya. Gaya belanja seperti ini bisa disebut juga sebagai 'konsumsi gengsi'.

Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 1.104 anak muda di China menunjukkan sebanyak 84,2% dari jumlah tersebut sudah biasa melakukan konsumsi untuk kepentingan gengsi semata tersebut.

Juga masih berdasarkan survey itu, pakaian termasuk tas dan sepatu (75,3%), pernak-pernik (60,7%) dan mobil (59,5%) menjadi tiga peringkat tertinggi di konsumsi gengsi, diikuti oleh peralatan elektronik (55,6%), makanan (55,6%), minuman dan rokok (49,6%), kosmetik (43,9%) dan hiburan (26,9%).

Saya tidak hanya membeli plastik pembungkus, tapi membeli gengsi

"Anda tidak bisa membedakan plastik pembungkus original dengan yang palsu," kata salah satu anak muda yang baru saja membeli plastik pembungkus tas tangan Louis Vuitton. "Keren juga karena orang mengira saya sudah membeli produk Louis Vuitton saat saya jalan-jalan membawa tas plastik pembungkus ini."

Salah satu pengguna internet dengan nama 'Pengpeng and Pipi' mengatakan: "Dengan membeli tas pembungkus palsu, derajat sosial saya rasanya terangkat sehingga memberikan mood lebih baik dan bergengsi."

Sekarang ini, banyak anak muda yang sudah terbiasa dengan konsumsi gengsi seperti ini sehingga mengarah ke pemborosan. Sebaih survey tentang mobil menyatakan, anak muda yang lahir pada pertengah 80an sampai awal 90an mengaku berencana membeli mobil sebelum berumur 30 tahun.

Kenapa banyak anak muda yang boros hanya untuk gengsi?

Ketika mereka yang disurvei ditanya mengenai hal ini, salah satu karyawan muda bernama Shan Xiuqin mengatakan, banyak orang yang menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya. Contohnya, kata dia, saat orang ingin membeli baju.

"Jika saya tidak berdandan dengan baik, biasanya saya akan diabaikan oleh petugas tokonya. Hal itu sangat menyakitkan dan merusak rasa percaya diri saya," katanya seperti dilansir dari ChinaDaily, Jumat (25/11/2011).

Mahasiswa baru di Hubei University, Tong Kun, mengaku hampir seluruh siswa di kelasnya memiliki laptop, dan mereka yang kurang mampu untuk membeli perangkat elektronik itu merasa depresi karena tersisihkan. Akhirnya, mereka merengek ke orang tuanya untuk membeli komputer jinjing tersebut.

Bahkan, lanjut Tong, banyak sekali teman-temannya yang sangat mementingkan barang-barang bermerk. Sebagian mahasiswa yang tidak mampu akhirnya memilih membeli produk palsu dengan harga yang lebih murah.

Menurutnya, banyak konsumsi gengsi berawal dari saling membandingkan antara satu anak dengan anak lainnya. Beberapa anak dari keluarga yang kurang mampu biasanya melakukan konsumsi demi gengsi ini hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri.

Direktur Pusat Studi Psikologi di Universitas Fudan, Sun Shijin menemukan hubungan antara borosnya konsumsi anak muda ini dengan kurangnya rasa hormat dari orang sekitar semasa kecil. Hal ini yang berujung pada konsumsi gengsi bahkan konsumsi yang berlebihan alias boros.

Sehingga, anak muda jaman sekarang mencari jalan pintas supaya bisa mendapat rasa hormat dari lingkungan sekitarnya dengan cara tadi. Bahkan, lingkungan sekitar juga seolah mengajarkan anak-anak muda untuk saling unjuk materi, seperti pakaian-pakaian bermerk, supaya gengsinya terangkat dan mereka lebih percaya diri. Kelemahan ini akhirnya dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk meraup keuntungan.

Wakil Direktur Utama Institute of Economics Chinese Academy bagian Ilmu Sosial, Yang Chunxue, mengatakan konsumsi gengsi ini dipicu oleh contoh buruk dari orang-orang sukses yang senang memamerkan harta kekayaan. Saat ini, banyak sekali orang golongan menengah yang bersedia menghabiskan setengah dari gaji bulanan mereka hanya untuk satu pakaian bermerk.

"Yang pasti bukan kabar baik baik ekonomi nasional dalam jangka panjang," kata Yang. "Pertama, tidak banyak merek lokal yang populer di mata anak muda, sehingga membuat kreatifitas pengusaha lokal menjadi terbatas sehingga akhirnya lebih baik menjadi importir merek-merek luar," katanya.

"Kedua, hal ini bertentangan dengan pemasukan nasional. Konsumsi yang berlebihan tidak hanya mengahambur-hamburkan uang pribadi, tetapi juga uang negara," tambahnya.

Yang setuju moral sosial yang baik adalah kunci untuk menghalau fenomena yang bisa disebut konsumsi gengsi ini juga konsumsi yang berlebihan.

Akan tetapi, menurut pandangan Sun, konsumsi gengsi ini tidak sepenuhnya buruk. Kuncinya adalah mengatur tingkat pengaruhnya. Masyarakat harus tahu barang apa yang mereka butuhkan, dan kenapa mereka harus membeli barang tersebut.

Susan Coffey Model S3ksi Asal New Jersey

Susan Coffey adalah seorang model asal New Jersey, US, yg populer melalui internet. Model yg memiliki tinggi 170 cm dan berambut merah ini, sudah menjalani puluhan sesi Photoshoot meskipun hingga saat ini belum ada perusahaan dengan nama besar yg mengikat kontrak dengannya.

Lihat Foto Selengkapnya





















Cewek Bispak Bogor Siap Tempur Di Ranjang









Kamis, 24 November 2011

Cewek Mandi Kembang







Gaya Hidup Mewah, Antara Fakta & Realita Seputar Gaji Anggota DPR ?

DPR kembali disorot. Kali ini, gaya hidup mewah para wakil rakyat dikritik banyak pihak. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengungkapkan gaji anggota DPR tidak mencukupi untuk gaya mewah.

"Gaji pokok anggota DPR itu hanya 4,2 juta. Ditambah tunjangan sekitar 18 juta," kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA Uchok Sky Khadafi dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 16 November 2011.



Dia menambahkan, gaji pokok Ketua DPR mencapai 5,4 juta dan Wakil Ketua DPR 4,6 juta. "Rata-rata, setiap anggota DPR mendapat 50 sampai 52 juta rupiah setiap bulan. Anggota DPR kan banyak mendapat tunjangan," kata dia. "Ini belum dipotong pajak."

Dengan berkaca pada gaji ini, imbuhnya, sulit bagi anggota DPR bergaya hidup mewah. "Pengusaha yang banyak masuk anggota DPR tentu tidak mau jika digaji hanya sebegitu. Makanya, mereka mengejar kewenangan DPR dalam kebijakan anggaran. Di situ mereka bermain," kata dia lagi.



Hal senada, kemarin diungkap mantan anggota DPR yang kini menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Dia mengungkap ada banyak undang-undang produk DPR yang dimentahkan di MK karena tidak konstitusional.

"Orang yang berkepentingan itu bisa membeli pasal tertentu ke DPR. Jadilah undang-undang dibuat berdasar kehendak perorangan, bukan kehendak rakyat," kata Mahfud.

Kisah Mengharukan Tentang Menjual Keperawanan



Waduh, dari judulnya sangat 'hot' dan menantang
namun percayalah ini tidak seperti yang rekan pikirkan, articel ini tidak bermuatan porno, saya jamin itu, malah bermuatan nilai moral yang cukup tinggi

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "

'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"

'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''

'' Maksud, bapak? "

'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''

'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.

'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ''

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''

'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.

Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

'' Apakah anda serius? ''

'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.

'' Berapa tarif yang anda minta? ''

'' Setinggi-tingginya. ."

'' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.

'' Saya masih perawan ''

'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya

'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''

'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?''

'' Kalau tidak terbukti? "

'' Tidak usah bayar ...''

'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''

'' Cobalah. ''

'' Berapa tarif yang diminta? ''

'' Setinggi-tingginya. ''

'' Berapa? ''

'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''

'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ''

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.

Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.

'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''

'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

'' Saya ingin yang lebih tinggi...''

'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi?''

'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh... ''

'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.

Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...

'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.

'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.

'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.

'' Rp.. 6 juta, tuan ''

'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''

Wanita itu terdiam.

Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.

'' Bagaimana? '' tanya pria itu.

''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.

Petugas satpam itu tersenyum kecut.

'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.

'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''

'' Tentu! ''

'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''

'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.

Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.

'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah
itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.

Wajah pria itu nampak masam seketika

'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.

Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.

Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.

Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.

"Dia masih perawan..''

Pria itu mendekati petugas satpam itu.

Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''

'' Benar, pak. ''

'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''

'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''

'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.

Pria itu menyalami hangat wanita itu.

'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.

Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...

'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''

'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''

'' Maksud kamu? ''

'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... ''

'' Hanya itu ...''

'' Ya ...! ''

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanita ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

'' Siapa nama kamu? ''

'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu

'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''

''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''

'' Ada ! " Kata pria itu seketika.

'' Sebutkan! ''

'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

'' Saya tidak mengerti ...''

'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''

'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''

'' Apakah uang itu kurang? ''

'' Lebih dari cukup, pak ... ''

'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''

'' Silahkan ...''

'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''

'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ... Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''

'' Keyakinan apa? ''

'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.

Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:

'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''

'' Kesadaran... ''

...

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
'' Kamu sudah pulang, nak ''

'' Ya, bu ... ''

'' Kemana saja kamu, nak ... ???''

'' Menjual sesuatu, bu ... ''

'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...

Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan

....

'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:
''Antar kami ke rumah sakit"